Berhati-hatilah terhadap perkataan-perkataan buruk dan keji terhadap orang lain, karena hal tersebut hanya akan membuat hina orang yang mengatakannya, bukan orang yang dikatainya, walaupun keburukan atau kekejian itu benar-benar ada padanya.  Begitu pula perkataan yang baik hanya akan membuat mulia orang yang mengatakannya. Hal tersebut sebagaimana Firman Allah swt. :

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga). (QS. An Nuur : 26).

Oleh karena itu janganlah engkau berbicara atau menjawab kecuali dengan perkataan yang membuatmu mulia, dan janganlah engkau membalas kecuali dengan sikap yang membuatmu terhormat. Berhati-hatilah engkau jangan sampai terburu-buru membalas musuhmu dengan sesuatu sikap yang tidak diperintahkan Allah swt.. Sebagaimana firman-Nya :

وَلا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia”. (QS. Fushshilat : 34).

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. Fushshilat : 36).

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Jadilah Engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh”. (QS. Al-A’raaf :199).

Jika engkau mengatakan : “Jika saya berbuat seperti itu (yakni membalas keburukan dengan kebaikan), maka musuh saya akan bertambah berani kepada saya”, maka ketahuilah bahwa Allah swt. lebih tahu darimu tentang akhir atau akibat dari segala urusan, dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat para hamba-hamba-Nya.

Hendaklah engkau menjadi orang yang berakhlak mulia dan teguh pendirian dalam menghadapi orang yang membalas kebaikanmu dengan keburukan.

(Wasiat Habib Ali bin Hasan Alatas dalam Kitab Al-Athiyyatul Haniyyah)